RAKYAT.NEWS, JAKARTA – KPK melakukan penggeledahan di beberapa tempat di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait kasus suap pengadaan dan pemeliharaan jalur kereta api. Total, KPK menggeledah empat lokasi.

Baca Juga : Rudenim Makassar Resettlement Empat Pengungsi di Bulan Ramadhan

Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri menyebutkan empat lokasi penggeledahan.

“Lokasi (penggeledahan) Kantor Kementerian Perhubungan, Kantor Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, rumah kediaman para tersangka, dan kantor pihak swasta yang menjadi rekanan,” katanya, Senin (17/4/2023).

Ali mengatakan, penggeledahan dilakukan pada Kamis (13/4/2023) dan Jumat (14/4/2023). Bukti dokumen ditemukan di lokasi penggeledahan.

“Ditemukan dan diamankan berbagai bukti di antaranya sejumlah dokumen terkait proyek di Dirjen Perkeretaapian,” ujarnya.

Selain itu tim KPK juga menemukan barang bukti dari rangkaian penggeledahan di empat lokasi. Bukti uang itu ditemukan dalam bentuk rupiah hingga dollar Amerika.

“Turut pula diamankan dalam rangkaian penggeledahan dimaksud bukti uang tunai dengan jumlah Rp 1,8 Miliar dan USD 274.000 atau seluruhnya setara senilai Rp 5,6 miliar rupiah,” tuturnya.

“Analisis berikut penyitaan segera dilakukan untuk melengkapi berkas perkara penyidikan. Kami masih terus kumpulkan alat bukti di beberapa tempat lainnya yang perkembangannya akan disampaikan,” tambahnya, dilansir detik.com.

Baca Juga : 10 Lokasi Terbaik Bagi Pecinta Sepeda Gunung dengan Pemandangan Menakjubkan