1. PT Pertamina (Persero)
  2. PT PLN (Persero)
  3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  5. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  6. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
  7. MIND ID (Mining Industry Indonesia)

Di sisi lain, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, memastikan seluruh perusahaan BUMN akan masuk ke Danantara sebelum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Maret 2025.

“Seluruh BUMN masuk ke Danantara, jadi bukan hanya 7,” ujar Dony di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2) mengutip CNN Indonesia.

Dony juga menegaskan bahwa BUMN yang bergerak di bidang pangan hingga aviasi akan dikelola Danantara.

Saat ini, tercatat ada 65 BUMN di Indonesia yang beroperasi di berbagai sektor, termasuk energi, minerba, keuangan, transportasi, infrastruktur, kesehatan, dan telekomunikasi.

Tentunya peluncuran Danantara ini bukan hanya menjadi langkah strategis dalam pengelolaan aset negara, tetapi juga diharapkan dapat mempercepat transformasi digital dan industrialisasi di Indonesia.

Dengan fokus pada sektor-sektor penting seperti energi terbarukan dan manufaktur canggih, Danantara diharapkan dapat membawa Indonesia menuju perekonomian yang lebih modern dan berkelanjutan.

Keberhasilan lembaga ini akan sangat bergantung pada kemampuan untuk menarik investasi, memperkuat kolaborasi antar BUMN, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak bagi masyarakat.

YouTube player