RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Gedung DPRD Kota Makassar mengalami kebakaran hebat usai aksi demonstran memaksa merengsek masuk hingga membakar sejumlah aset yang ada pada Jumat (29/8/2025) malam.

Aksi demontrasi ini diawali dengan massa aksi memaksa masuk ke Gedung DPRD Makassar yang berada di Jalan Andi Pangerang Pettarani tersebut, hingga kemudian melampiaskan kemarahan dengan membakar sejumlah kendaraan baik roda dua dan empat.

Sejumlah kendaraan tersebut meliputi sejumlah kendaraan roda dua, mobil dinas, mobil pribadi undangan serta para tamu undangan yang berada di area kawasan Gedung DPRD Kota Makassar.

Staff BPBD Kota Makassar, Patarai, mengungkapkan ada 67 kendaraan roda empat dan belasan motor yang terbakar atas peristiwa mencekam tersebut.

“Kita mendata kendaraan itu dua jenis, mobil dan motor, untuk mobil itu sekitar 67 unit dan motor 15 unit,” ujar Patarai.

Meski begitu, kata dia, saat ini pihaknya masih mengidentifikasi berapa jumlah mobil dinas dan milik sipil yang terbakar di lokasi tersebut

“Sampai saat ini kita masih identifikasi. Kemarin kan ada sidang paripurna, jadi otomasi mobil dinas semua SPKD jadi analisanya mungkin kebanyakan mobil dinas,” lanjut Patarai.

Pihak BPBD juga mengidentifikasi jika terdapat 10 korban akibat peristiwa tersebut, mulai dari luka ringan, luka berat hingga kehilangan nyawa.

“Korban itu ada 10. Ada meninggal 3 orang, 3 luka berat dan 4 luka ringan,” jelasnya.

Namun berdasarkan data yang dihimbun Rakyat.News hingga berita ini dinaikkan, terdapat 4 korban yang mengalami kehilangan nyawa dalam peristiwa tersebut.

Empat orang tersebut antara lain anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar, Budi, Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasi Kesra) Kecamatan Ujung Padang, Syaiful Akbar, yang dimana kedua korban berupaya untuk menyelamatkan diri dengan cara melompat dari lantai 3 saat api kian merambat membakar gedung.