RAKYAT NEWS, JAKARTA – Setelah bertahun-tahun dilanda konflik, Sudan kini mulai bangkit. Namun, bayang-bayang kerusakan infrastruktur kesehatan masih menghantui warganya. Rumah sakit luluh lantak, pasokan obat terbatas, dan ancaman wabah penyakit terus menghantam masyarakat.

Di tengah kondisi ini, secercah harapan datang dari Indonesia. Jumat (29/8/2025), Sekretaris Utama BPOM, Jayadi, menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Khartoum, Sunarko. Pertemuan itu menjadi momentum penting: Indonesia dan Sudan sepakat memperkuat kerja sama kesehatan lintas negara, dengan fokus pada rehabilitasi sistem pelayanan medis, pelatihan tenaga regulator, hingga pengiriman obat-obatan dan alat kesehatan.

“Situasi keamanan di Sudan memang mulai membaik. Tapi infrastruktur kesehatan masih rusak parah, dan ancaman penyakit menambah beban rakyat,” ujar Sunarko dalam pertemuan tersebut.

Sebagai wujud nyata, Indonesia telah lebih dulu menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai US$1 juta berupa obat-obatan dan alat kesehatan. Tak berhenti di situ, peluang besar terbuka bagi ekspor produk herbal dan kosmetik Indonesia ke Sudan serta enam negara Afrika sekitarnya. Produk herbal dan kosmetik Indonesia dikenal kuat karena berbasis kearifan lokal sekaligus memenuhi standar global.

“Minat pasar terhadap herbal dan kosmetik sangat besar. Bahkan saat Indonesia-Asia Forum (IAF) di Bali tahun lalu, delegasi Afrika banyak menaruh perhatian pada sektor ini,” tambah Sunarko.

Langkah konkret lainnya adalah pelatihan bagi tenaga regulator Sudan yang akan digawangi langsung oleh BPOM. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas pengawasan obat dan alat kesehatan di Sudan, sekaligus membuka jalan bagi transfer pengetahuan regulasi obat.

“BPOM siap membantu pelatihan dan memastikan pengiriman obat-obatan sesuai kebutuhan penyakit dominan di Sudan,” tegas Jayadi.

Meski tantangan masih besar—mulai dari sanksi internasional hingga dampak konflik berkepanjangan—Indonesia menegaskan komitmennya: berdiri bersama Sudan, membangun kembali sistem kesehatan, dan membuka ruang kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

YouTube player