RAKYAT NEWS, JENEPONTO — Pelantikan Pengurus Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Jeneponto periode 2025-2030 bukan sekadar seremonial, melainkan deklarasi gerakan transformatif. Dengan fokus pada peningkatan kapasitas imam sebagai garda terdepan peradaban, organisasi ini langsung menyasar isu krusial: kesejahteraan ekonomi dan SDM para imam.

Acara yang digelar secara khidmat di Kantor Urusan Haji dan Umrah Kabupaten Jeneponto, Ahad (1/2/2026) ini, dihadiri oleh pimpinan IPIM Sulsel, Asisten I Pemkab Jeneponto, Dandim 1425, Kapolres, Kajari, serta perwakilan Kemenag, menandai komitmen kuat lintas sektor.

Ketua PD IPIM Jeneponto, Dr. dr. H. M. Syarifuddin Nurdin, M.Kes, mengungkap sejumlah tantangan nyata yang dihadapi imam masjid di wilayahnya. “Selain kapasitas keilmuan yang perlu terus ditingkatkan, banyak imam masih menghadapi keterbatasan akses sosial dan layanan kesehatan gratis yang belum optimal,” tegas Syarifuddin dalam sambutannya.

Menjawab tantangan itu, IPIM Jeneponto segera akan melakukan terobosan dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Dinas Sosial setempat. Sinergi dengan SKPD dan pelaku usaha juga akan diperkuat untuk membuka akses yang lebih luas.

Dari tingkat provinsi, Ketua PW IPIM Sulsel, Dr. KH. Masykur Yusuf, M.Ag, mendorong pemberdayaan ekonomi mandiri. “Imam masjid harus bisa memberdayakan potensi organisasi melalui pembentukan UMKM dan usaha penunjang,” ajaknya. Ia juga mengusulkan inovasi “Program Koin Masjid” melalui kotak amal, yang dananya dialokasikan khusus untuk pembiayaan kegiatan dan kesejahteraan imam.

Dukungan Pemerintah dan Amanah Dakwah

Asisten I Pemkab Jeneponto menyambut baik langkah-langkah strategis ini dan menyatakan komitmen pemerintah daerah. “Perhatian kami kepada imam masjid, desa, dan kelurahan sangat besar, termasuk melalui dukungan anggaran hibah,” ujarnya. Ia mendorong IPIM segera mengajukan proposal bantuan untuk memperkuat sinergi.

YouTube player