Sambut Ramadhan, Paguyuban Seni Reak Gelar Pertunjukkan Keliling
RAKYAT.NEWS, JATINANGOR – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Paguyuban Seni Reak Karuhun Anom yang berlokasi di Desa Cinta Mulya, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menggelar pertunjukan keliling, Minggu (8/2/2026) pagi.
Pertunjukan seni tradisi tersebut diawali dengan tabuhan kendang yang berpadu dengan tiupan terompet reak atau terompet penca.
Harmonisasi musik yang khas semakin terasa dengan lantunan nyanyian sinden, menciptakan suasana syahdu, energik, sekaligus magis yang menarik perhatian warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Sepanjang pertunjukan, rombongan Paguyuban Seni Reak Karuhun Anom berkeliling menyusuri sejumlah ruas jalan di Desa Cinta Mulya.
Kehadiran kesenian tradisional ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat setempat, tetapi juga menarik perhatian para pedagang kaki lima yang beraktivitas di sepanjang jalan.
Ketua Paguyuban Seni Reak Karuhun Anom Kabupaten Sumedang, Agus Gunawan, mengatakan bahwa kegiatan pertunjukan keliling tersebut bukan sekadar sarana hiburan menjelang Ramadhan, melainkan juga menjadi upaya untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan nilai-nilai kebudayaan lokal.
“Untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan, kami berupaya menghadirkan suasana hiburan melalui pertunjukan kesenian tradisi Reak, sekaligus mengingatkan kembali makna budaya yang terkandung di dalamnya,” ujar Agus, yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Unit 05 Dusun Cibungur.
Ia menambahkan, Paguyuban Seni Reak Karuhun Anom terus berupaya menjaga eksistensi kesenian tradisional Reak agar tetap bertahan di tengah derasnya pengaruh budaya asing yang dinilai dapat menggeser nilai-nilai kearifan lokal, khususnya di kalangan generasi muda.
“Kami terus berupaya melestarikan kesenian tradisi melalui Reak, dengan rutin menggelar pertunjukan dan melibatkan generasi muda agar mereka mengetahui, mengenal, dan mencintai kesenian tradisi Reak sebagai warisan budaya daerah,” tuturnya.








Tinggalkan Balasan