RAKYAT.NEWS, KOLTIM – PT Ceria Nugraha Indotama (PT. CNI) menggelar penguatan kelembagaan dan penanaman rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Desa Karemotinge, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur, pada Rabu (25/2/2026).

Acara diawali dengan sambutan manajemen perusahaan, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. CNI, Alpi Cekdin, yang menyampaikan bahwa penanaman DAS ini sebagai upaya pemenuhan kewajiban selaku pemegang IPPKH/PPKH. Perusahaan berharap, nanti ketika telah berproduksi, bisa dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar kawasan hutan.

IMG 20260304 WA0100

‎Di samping kewajiban utama dalam bidang kehutanan yakni reklamasi hutan, kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban perusahaan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2020 tentang Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan serta Permenhut Nomor P.59 Tahun 2019 tentang Rehabilitasi DAS, yang mewajibkan pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) atau Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) untuk melaksanakan reklamasi hutan bekas tambang dan rehabilitasi daerah aliran sungai.

‎“Terima kasih kepada PT. CNI yang telah melaksanakan penanaman seluas 305 ha dari target 1100 ha dengan melibatkan masyarakat setempat sehingga masyarakat dapat bekerja dan mendapat penghasilan tambahan, diharapkan pada sisa target luasan dapat lebih banyak melibatkan masyarakat setempat,” kata Asisten II Pemda Kolaka Timur, Lafala.

IMG 20260304 WA0101

‎Lokasi rehabilitasi DAS berada di kawasan Hutan Lindung KPH Unit XIV Ueesi Kabupaten Kolaka Timur dan KPH Unit XXII Laiwoi Kabupaten Konawe, yang secara administratif terletak di Kecamatan Tirawuta dan Kecamatan Onembute.

‎Program ini dilaksanakan secara bertahap,meliputi 150 hektare pada 2024/2025, 155 hektare pada 2025/2026, 156 hektare pada 2026/2027, dan 552 hektare pada 2027/2028.Jenis tanaman yang dikembangkan antara lain bitti dan mahoni untuk tanaman kayu-kayuan, serta kemiri, pinang, dan durian untuk tanaman multi purpose tree species (MPTS) sesuai aspirasi masyarakat.

‎Juga hadir Ketua Komisi II DPRD Kolaka Timur, Suprianto. Ia menegaskan bahwa kegiatan rehabilitasi DAS bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif perusahaan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kelestarian lingkungan, ketahanan sumber daya air, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‎“Kami di DPRD, khususnya Komisi II, siap mengawal dan mendukung program-program yang membawa dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Harapan kita bersama, Kolaka Timur tumbuh sebagai daerah yang maju secara ekonomi, kuat secara sosial, dan lestari secara lingkungan,” pungkasnya.

IMG 20260304 WA0098

‎Komitmen PT. CNI ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Ardiansyah. Kegiatan ini tidak hanya menjalankan kewajiban reklamasi dan rehabilitasi DAS, tetapi juga mengemasnya dalam program yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat.

‎“Ini adalah contoh praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

IMG 20260304 WA0105

 

‎Rehabilitasi DAS memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya fungsi hidrologis hutan sebagai penyangga kehidupan.

‎“Hutan adalah menara air alami. Jika rehabilitasi DAS dirancang dengan baik, maka kita tidak hanya memulihkan lahan kritis, tetapi juga menjamin ketersediaan air bagi pertanian, kebutuhan rumah tangga, dan ekosistem. Ini berdampak langsung pada produktivitas ekonomi masyarakat,” kata Ardiansyah.

‎Kepala BPDAS Konaweha, Sakrianto Djawie, menyampaikan bahwa pemulihan lingkungan adalah pekerjaan besar yang harus dikerjakan bersama. Dibutuhkan gotong royong, berbagi peran, dan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat. Dengan cara ini, menurutnya, rehabilitasi DAS akan menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah.

IMG 20260304 WA0097

 

‎Sakrianto menilai konsep Rehab DAS Tanpa Batas, Membangun dari Desa yang diusung PT. CNI sangat relevan dengan kebutuhan daerah, karena tidak hanya menargetkan keberhasilan ekologi, tetapi juga berdampak sosial, ekonomi, edukasi, dan kewirausahaan.

‎“Pendekatan yang dilakukan PT. CNI sangat komprehensif. Selain penanaman pohon, mereka juga membangun program sosial, pendidikan, keagamaan, UMKM, hingga pariwisata. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang patut dicontoh dan didukung penuh,” kata Sakrianto.

YouTube player