Kiat Menjadi Lebih Produktif, Gunakan Lokapasar untuk Belanja Barang Produksi

  • Bagikan
2810 Kolaka Timur

KOLAKA TIMUR – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 28 Oktober 2021 di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Cerdas dan Aman Manfaatkan Lokapasar”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, Certified Financial Planner dan narablog finansial, Ruisa Khoiriyah; CEO @soalpalu Mohammad Fachry; dosen IAIN Kendari, Ahmad Ridha; serta pegiat investasi dan Marketing Online Specialist, Pricilya Nelwan. Sedangkan moderator yaitu Vivi Zabkie. Kegiatan kali ini diikuti oleh 638 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, tampil Ruisa Khoiriyah sebagai pemateri pertama yang menyampaikan tema “Mengenal Marketplace: Jenis, Fitur, dan Aksesibilitas”. Menurut dia, marketplace atau lokapasar merupakan platform yang menjadi perantara penjual dengan pembeli di internet, atau ibarat mal daring. Sehingga, platform ini punya keunggulan dalam hal kepraktisan dan jangkauan yang luas dibandingkan toko konvensional. Jenis-jenisnya, meliputi lokapasar murni seperti Shopee dan Tokopedia, dan lokapasar konsinyasi semisal Zalora dan Hijup. “Sebanyak 90% pengguna internet di Indonesia pernah berbelanja di lokapasar serta merupakan yang terbesar ketiga di dunia,” ujarnya.

Selanjutnya, Mohammad Fachry menyampaikan paparan berjudul “Peran dan Fungsi E-Market dalam Mendukung Produk Lokal”. Ia mengatakan, seluruh produk lokal berpeluang untuk di jual di e-pasar atau e-market selama tidak melanggar aturan hukum maupun ketentuan yang diberlakukan pengelola. Kiat agar bisa berhasil di bisnis daring, antara lain mempersiapkan foto yang menarik, manfaatkan media sosial, beriklan di Google Ads atau di lokapasar agar mudah dalam pencarian konsumen, serta responsif menjawab pertanyaan konsumen. “Pastikan kualitas produk selalu terjaga agar konsumen bisa terus repeat order,” imbuh dia.

Pemateri ketiga, Ahmad Ridha, memaparkan materi bertema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Menurut dia, bertransaksi di lokapasar memberikan banyak kemudahan dan keuntungan bagi konsumen, antara lain hemat waktu, jangkauan pengiriman barang, pilihan produk tanpa batas, perbandingan harga, dan banyak pilihan pembayaran. Sehingga, hal tersebut merupakan tantangan bagi warganet agar menjadi bijak dalam berbelanja dan mengelola keuangannya. “Kita harus mampu membeli bukan hanya untuk konsumsi, tetapi berbelanja untuk barang atau alat yang produktif,” tuturnya.

Adapun Pricilya Nelwan, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Investasi Aman dan Menguntungkan di Masa Pandemi Covid-19”. Ia mengatakan, investasi daring merupakan kegiatan penanaman modal untuk mendapatkan profit jangka panjang dengan cara digital melalui teknologi internet. Sejumlah instrumen investasi digital, misalnya peer to peer lending (P2P), reksadana, saham, deposito, emas, dan obligasi. Hal yang perlu diwaspadai dalam investasi, di antaranya kredibilitas broker, tingkat risiko, serta skema investasi. “Lakukan diversifikasi instrumen investasi daring,” imbuh dia.

Setelah pemaparan seluruh materi, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Vivi Zabkie. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Flidelin, bertanya tentang kemudahan lokapasar hingga banyak menawarkan hutang dan hubungannya dengan peningkatan perekonomian Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Ruisa Khoiriyah bilang, pinjaman menjadi upaya yang bagus selama ditujukan untuk pengembangan usaha yang produktif, tapi jika hanya untuk konsumtif justru menandakan keuangan yang tidak sehat.

DPRD Makassar
  • Bagikan

Makassar Recover

Makassar Recover