RAKYAT NEWS, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Andi Yuslim Patawari (AYP), mengapresiasi langkah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang menugaskan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pemulihan roda pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana.

AYP menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis sekaligus misi kemanusiaan yang menunjukkan kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, praja IPDN memiliki bekal keilmuan dan keterampilan yang relevan untuk diterapkan langsung di lapangan, khususnya dalam mendukung tata kelola pemerintahan daerah.

“Penugasan praja IPDN ini merupakan bentuk kepedulian negara. Selain membantu pemerintah daerah, mereka juga dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan,” ujar AYP, Senin (12/1/2026).

Lebih lanjut, AYP mendorong agar aparatur sipil negara (ASN) dari dinas-dinas terkait turut dilibatkan sebagai relawan untuk membantu percepatan pemulihan di wilayah terdampak.

“Kalau memungkinkan, ASN dari dinas terkait juga bisa ikut terjun langsung sebagai relawan untuk membantu masyarakat di daerah terdampak bencana,” tambahnya.

AYP juga menyatakan dukungannya apabila sekolah-sekolah kedinasan lainnya mengerahkan para siswanya untuk membantu daerah terdampak bencana, tentu dengan menyesuaikan keahlian dan disiplin ilmu masing-masing.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian memberikan arahan langsung kepada para praja IPDN yang akan diberangkatkan ke Aceh di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten. Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa penugasan tersebut merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan karena para praja terpilih dari ribuan praja IPDN lainnya.

Menurut Mendagri, pengalaman terjun langsung membantu penanganan pemerintahan pascabencana merupakan kesempatan berharga yang tidak semua orang dapatkan.

“Adik-adik akan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan di lapangan. Praktikkan ilmu yang telah diperoleh, bantu masyarakat, jangan membuat masalah, serta jaga dan bawa nama baik IPDN sebagai institut kebanggaan bangsa,” tegas Mendagri. (*)

YouTube player