RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memulai tahapan persiapan penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026 dengan menetapkan total kuota sebanyak 11.623 mahasiswa.

Penetapan kuota tersebut diumumkan dalam kegiatan Sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Sulawesi Selatan yang digelar di Lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (20/1/2026) sore.

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa menegaskan, seluruh skema penerimaan mahasiswa baru telah disusun secara matang dengan mengedepankan prinsip keadilan dan akuntabilitas.

Menurutnya, Unhas berkomitmen menjalankan regulasi SNPMB secara konsisten agar setiap calon mahasiswa mendapatkan kesempatan yang setara.

“Aturan kita terapkan semaksimal mungkin sehingga ada rasa keadilan dan akuntabel,” tegas Prof Jamaluddin Jompa dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, alokasi kuota pada setiap jalur penerimaan telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, termasuk regulasi perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH).

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Keilmuan dan Kemahasiswaan Unhas Prof Muhammad Ruslin menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa baru Unhas tahun 2026 tetap dibuka melalui tiga jalur seleksi, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri.

Menurut Prof Ruslin, jalur SNBP tahun 2026 memperoleh kuota sebanyak 3.620 mahasiswa baru atau 31,14 persen dari total daya tampung.

Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 27,65 persen.

“Sesuai regulasi di PTNBH, seleksi nasional prestasi itu minimum daya tampung 20 persen,” kata Prof Ruslin.

Untuk jalur SNBT, Unhas menetapkan kuota sebanyak 5.761 mahasiswa baru atau 49,57 persen dari total kuota. Sementara jalur Seleksi Mandiri dialokasikan sebanyak 2.242 mahasiswa atau 19,29 persen.

Prof Ruslin menambahkan, meskipun regulasi memperbolehkan jalur mandiri hingga maksimal 50 persen, Unhas memilih untuk membatasi penggunaannya guna menjaga keseimbangan kuota pada jalur nasional.

YouTube player