Dugaan Malpraktik di RSUD CAM Kota Bekasi, Seniwati: Anak Saya Harus Pulih!
RAKYAT.NEWS, KOTA BEKASI – Orang tua pasien dugaan malpraktik RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM), Seniwati Simanullang, menyuarakan nasib anaknya, Marganda, dengan tersedu-sedu di depan Gedung Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Selasa (21/1/2026).
Dalam orasinya, Seniwati hanya meminta pihak rumah sakit memberikan kepastian pemulihan terhadap kondisi anaknya.
“Tolong perwakilan kesehatan di Kota Bekasi, perhatikan anak saya pak,” ujar Seniwati Simanullang dengan nada sedih.
Sebagai orang tua tunggal, Seniwati memohon agar pihak RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid lebih responsif dan serius mengambil langkah pemulihan terhadap kondisi Marganda. Ia berharap anaknya dapat kembali pulih dan mampu berjalan seperti sediakala.
Aksi tersebut merupakan bagian dari unjuk rasa yang digelar Aliansi Rakyat Peduli Bekasi bersama orang tua pasien di depan kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
Massa menuntut pertanggungjawaban atas dugaan malpraktik yang terjadi di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) terhadap pasien bernama Marganda.
Pantauan Rakyat.News, aksi berlangsung sekitar pukul 15.20 WIB dengan pengamanan dari aparat Polres Bekasi Kota.
Massa aksi menyampaikan orasi secara bergantian dan membawa sejumlah tuntutan terkait penanganan kasus yang diduga menyebabkan kelumpuhan permanen pada pasien.
Koordinator aksi, Nanda Talha Ahmad, menyatakan pihaknya menerima laporan adanya dugaan kelalaian medis serius di RSUD CAM Kota Bekasi sejak 2024.
“Kami mendapat kabar buruk dari Bekasi, bahwa terdapat kejadian naas yang mengakibatkan kelumpuhan total di bagian perut dan kaki. Kami menduga adanya kelalaian serius yang mengakibatkan korban menjadi lumpuh total sejak 2024 lalu,” ujar Nanda dalam orasinya.
Ia menilai hingga saat ini RSUD CAM belum memberikan penanganan maksimal terhadap korban pasca dugaan malpraktik tersebut. Bahkan, pihak rumah sakit disebut berencana memindahkan pasien ke rumah singgah di bawah naungan Dinas Sosial.
“Bahkan ingin memindahkan pasien ke dinas sosial yakni rumah singgah, yang artinya RSUD CAM diduga tidak mau bertanggung jawab penuh atas kesalahan yang mereka perbuat,” tegas Nanda.
Dalam aksi tersebut, Aliansi Rakyat Peduli Bekasi menyampaikan sejumlah tuntutan resmi, yakni:
- Mendesak Dinas Kesehatan Kota Bekasi ikut bertanggung jawab penuh atas lemahnya pengawasan terhadap RSUD Kota Bekasi.
- Mendesak Dinkes melakukan investigasi menyeluruh, independen, dan terbuka atas dugaan malpraktik yang menyebabkan pasien menjadi lumpuh.
- Mendesak pemberian sanksi administratif maksimal terhadap tenaga medis dan manajemen RSUD apabila terbukti melakukan pelanggaran.
- Mendesak RSUD dan Dinkes memberikan pendampingan, rehabilitasi, serta pemulihan maksimal bagi korban.
- Mendesak evaluasi total manajemen RSUD Kota Bekasi agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban dugaan malpraktik.
Hingga aksi berakhir, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Kesehatan Kota Bekasi maupun manajemen RSUD CAM terkait tuntutan massa dan dugaan kasus malpraktik tersebut. (Dirham)








Tinggalkan Balasan