“Selain itu ada Desa Ekspor dan Desa Wisata. Itu cara kita menjawab beberapa persoalan di negeri ini dengan hal-hal yang positif,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.

Ia menegaskan, momentum kegiatan di Lahat menjadi titik penguatan komitmen nasional melawan narkoba.

“Dari Lahat hari ini, kita gaungkan, kita mantapkan hati bahwa narkoba adalah musuh nyata hari ini,” tegas Mendes Yandri.

Sementara itu, Kepala BNN Suyudi Ario Seto menekankan pentingnya ketahanan generasi muda, khususnya kelompok usia 16 hingga 35 tahun, dalam menghadapi ancaman narkotika.

“Anak muda harus miliki ilmu agama yang kuat dan literasi yang kuat tentang narkotika,” ujar Komjen Suyudi.

Ia mengingatkan bahwa bentuk narkotika saat ini tidak lagi terbatas pada ganja, sabu, kokain, dan ekstasi, tetapi telah dikemas dalam berbagai bentuk baru, seperti liquid vape dan minuman sachet.

Komjen Suyudi juga mengapresiasi peran para kepala desa yang telah membentuk relawan anti-narkoba sebagai garda terdepan pencegahan di tingkat desa.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Deklarasi Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba) sebagai simbol komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Mendes Yandri bersama Kepala BNN juga melakukan kunjungan ke Kantor BNN Kabupaten Lahat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR Sri Meliyana, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang, Bupati Lahat Bursah Zarnubi, Kakor Binmas Irjen Kalingga, Prof Yuddy Krisnandi, serta unsur Forkopimda Kabupaten Lahat.
Mendes Yandri didampingi Direktur Jenderal PEID Tabrani dan Kepala BPI Mulyadin Malik. (*)

YouTube player