Trump Ajukan 15 Poin Damai ke Iran, Soroti Nuklir hingga Selat Hormuz
RAKYAT.NEWS, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengungkapkan telah mengirimkan proposal perdamaian kepada Iran sebagai upaya meredam konflik yang tengah berlangsung. Rencana tersebut disebut mencakup sejumlah poin strategis, mulai dari isu nuklir hingga jaminan keamanan jalur energi global.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa inti dari proposal tersebut adalah larangan bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir.
Ia juga menyatakan optimisme bahwa konflik dapat segera mereda melalui jalur diplomasi.
Menurut laporan The New York Times yang mengutip sumber pejabat anonim, Amerika Serikat disebut telah mengirimkan rencana berisi 15 poin kepada Iran melalui jalur diplomatik yang melibatkan Pakistan.
Sementara itu, laporan Channel 12 Israel menyebutkan bahwa salah satu usulan utama adalah gencatan senjata selama satu bulan.
Dalam periode tersebut, kedua pihak diharapkan membahas sejumlah poin penting, termasuk penyerahan uranium yang telah diperkaya oleh Iran serta penghentian aktivitas pengayaan nuklir ke depan.
Selain itu, Iran juga diminta menjamin keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik krusial distribusi energi global.
Sebagai imbalannya, Iran disebut akan mendapatkan pencabutan sanksi ekonomi yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun, serta dukungan untuk pengembangan energi nuklir sipil, termasuk di fasilitas Bushehr Nuclear Power Plant.
Trump juga menyatakan bahwa saat ini Washington tengah melakukan negosiasi dengan Teheran, meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait klaim tersebut.
Dalam pernyataan terpisah di Gedung Putih, Trump bahkan menyebut Iran telah memberikan “hadiah” kepada Amerika Serikat sebagai bagian dari perkembangan terbaru dalam komunikasi kedua negara.
“Mereka melakukan sesuatu kemarin yang luar biasa. Mereka memberi kami hadiah dan hadiah itu tiba hari ini. Itu hadiah yang sangat besar nilainya,” kata Trump melansir AFP via CNN Indonesia.
Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk “hadiah” tersebut, selain mengaitkannya dengan dinamika di Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu titik ketegangan utama dalam konflik kawasan.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah sikap yang dinilai berubah-ubah dalam beberapa hari terakhir, mulai dari ancaman aksi militer hingga klaim bahwa perang hampir berakhir. Kondisi tersebut mencerminkan dinamika diplomasi yang masih fluktuatif antara Amerika Serikat dan Iran.
Selat Hormuz sendiri selama ini menjadi salah satu kartu tawar penting bagi Iran. Jalur tersebut merupakan rute utama distribusi minyak dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global. (*)









Tinggalkan Balasan