Iran Tegaskan Perang Belum Usai, Tuntut Kompensasi dan Pencabutan Sanksi
RAKYAT.NEWS, JAKARTA – Pemerintah Iran menegaskan konflik yang tengah berlangsung belum akan berakhir dalam waktu dekat. Teheran menyatakan perang akan terus berlanjut hingga tuntutan utama, termasuk kompensasi kerusakan dan pencabutan sanksi ekonomi, dipenuhi oleh pihak-pihak terkait.
Penasihat militer senior Iran, Mohsen Rezaei, yang juga merupakan tokoh dekat dengan lingkar kekuasaan Motjaba Khamenei, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menghentikan operasi militer sebelum memperoleh jaminan yang dianggap adil.
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Senin (23/3/2026), Rezaei menyatakan Iran akan terus bertempur hingga seluruh sanksi ekonomi dicabut serta adanya jaminan internasional yang mengikat untuk mencegah campur tangan Amerika Serikat di masa mendatang.
“Kami akan terus berperang sampai semua sanksi ekonomi dicabut dan jaminan internasional yang mengikat diperoleh untuk mencegah campur tangan AS di Iran,” ujar Rezaei melansir CNN.
Ia juga menegaskan bahwa kekuatan militer Iran saat ini masih beroperasi secara penuh dan berada dalam kendali kepemimpinan yang solid. Menurutnya, angkatan bersenjata Iran tetap menunjukkan kapasitas tempur yang kuat di tengah eskalasi konflik.
“Kami melihat angkatan bersenjata kami menjalankan operasi dengan kuat,” tambahnya.
Meski demikian, Rezaei menyebut bahwa secara de facto perang sebenarnya telah mereda lebih dari sepekan lalu. Ia mengklaim bahwa Amerika Serikat sempat membuka peluang untuk menghentikan konflik melalui upaya gencatan senjata. Namun, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disebut mendorong agar operasi militer tetap berlanjut.
Lebih lanjut, Rezaei menilai setelah memasuki hari ke-15 konflik, Amerika Serikat mulai menyadari tidak memiliki jalur kemenangan yang jelas dalam situasi tersebut.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa tekanan publik di dalam negeri semakin kuat. Ia menyebut masyarakat Iran menginginkan hukuman tegas terhadap pihak yang dianggap sebagai agresor.









Tinggalkan Balasan