DPRD Makassar

Pemkot Makassar dan BBWS Jeneberang Pantau Kolam Regulasi Nipa-Nipa

Pemkot Makassar dan BBWS Jeneberang Pantau Kolam Regulasi Nipa-Nipa
Wali Kota Danny Pomanto bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Djaya Sukarno turun langsung memantau kolam regulasi nipa-nipa sebagai kolam reduksi banjir yang ada di Sungai Tallo

MAKASSAR – Intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari ini di Kota Makassar membuat Wali Kota Moh Ramdhan Danny Pomanto sempat mengeluarkan instruksi siaga untuk menghadapi banjir juga kemungkinan adanya angin puting beliung.

Baca Juga : Dinas Pertanahan, Siap Pertahankan Fasum dan Fasos Pemkot Makassar

Hal tersebut berdasarkan pantauan BMKG juga aplikasi cuaca yang menyebutkan Kota Makassar menjadi salah satu daerah yang berpotensi curah hujan tinggi.

Olehnya itu untuk memastikan kesiapan Makassar menghadapi banjir, Wali Kota Danny Pomanto bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Djaya Sukarno turun langsung memantau kolam regulasi nipa-nipa sebagai kolam reduksi banjir yang ada di Sungai Tallo.

Danny Pomanto harap masyarakat mempersiapkan diri untuk menghadapi banjir.

“Tetap mawas diri sembari terus berdoa semoga apa yang diprediksikan tidak terjadi di Makassar. Kolam regulasi ini menjadi kolam tunggu yang bisa mengukur sejauh mana debit air sehingga masyarakat harus bersiap menghadapi banjir”,ungkapnya, Kamis (20/1/2022).

Ia juga menjelaskan bahwa Kota Makassar kini mendapat pompa air dari pusat yang dapat digunakan untuk mengantisipasi tempat yang tergenang yang punya tanggul tinggi untuk bisa dialihkan airnya secara mekanis.

“Alhamdulillah ada pompa dari pusat, kita akan coba sebentar operasionalnya seperti apa. Diharapkan dengan adanya pompa air ini bisa membantu mengalirkan air secara mekanis. Yah berbagai cara kita lakukan untuk menjaga Makassar dari banjir”,jelasnya.

Senada dengan Wali Kota Makassar, Kepala BBWS Jeneberang Djaya Sukarno juga menyebutkan bahwa kondisi kolam regulasi nipa-nipa saat ini masih mampu menampung debit air.

“Saat ini masih ada space untuk menampung dan masih aman dalam 44 jam ke depan jika hujan ada jeda, namun jika hujan terus menerus maka kita akan siapkan untuk lakukan pompa air agar bisa menahan air masuk ke Makassar”,pungkasnya.