Perkuat Kata Sandi Agar Terhindar dari Kejahatan Daring

  • Bagikan
1110 MAJENE

MAJENE – Sebanyak 741 peserta mendaftarkan dirinya untuk mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 11 Oktober 2021 di Majene, Sulawesi Barat. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diusung pada hari ini yaitu “Tips dan Trik Jualan Daring”.

Acara hari ini dipandu oleh Richard Lioe selaku moderator serta menghadirkan empat narasumber, di antaranya Mentari Rahman selaku Country Manager Financer.com dan Founder & CEO Mentari Digital Media, Sirajuddin selaku dosen Ekonomi Syariah UIN Alauddin Makassar, Andi Bau Senja Marlia Bellina selaku pemengaruh dan kreator konten digital, serta Maria Silangen selaku CINO Satu Tampa.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, sesi pemaparan materi dimulai dengan narasumber pertama yaitu Mentari Rahman yang membawakan tema “Strategi Digital Marketing bagi Petani dan Nelayan di Tengah COVID-19”. Mentari menuturkan beberapa kendala yang terjadi saat pemasaran produk secara daring, di antaranya koneksi yang tidak stabil, kualitas gawai kurang baik, dan foto atau video kurang menarik. Kita dapat melakukan promosi melalui iklan berbayar di media sosial agar dapat menjangkau banyak orang. “Kita juga bisa mengetahui minat perilaku konsumen di dunia daring, salah satunya dengan menggunakan Google Analytics untuk mengetahui data pengunjung,” kata dia.

Selanjutnya, Sirajuddin selaku pemateri kedua membawakan tema “Etika Pemasaran Produk Lokal di Toko Daring”. Ia mengatakan, panduan etika dalam pemasaran di toko daring, contohnya: bersikap ramah kepada pembeli, membalas pertanyaan dari pembeli, dan menyapa dengan panggilan yang sopan. Adapun cara pemasaran yang tidak etis: spamming, melakukan tag secara acak, serta tidak aktif dan tidak kreatif. “Salah satu cara menjaga keamanan toko daring adalah dengan memperbarui SSL atau TLS,” pesannya.

Pemateri ketiga, Andi Bau Senja Marlia Bellina dengan mengusung tema “Mengubah Pola Pikir Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Marlia menjelaskan beberapa jenis perniagaan digital, salah satunya adalah B2C seperti Lazada, Blibli, dan Carrefour. Adapun kelebihan perniagaan digital, yakni waktu dan tempat transaksi fleksibel, ada riwayat data transaksi, cepat, mudah, murah, dan terjangkau. “Tips bertransaksi di lokapasar, di antaranya menetapkan anggaran, membatasi frekuensi dan durasi, serta membandingkan harga barang dengan toko lainnya,” ujarnya.

Adapun pemateri terakhir pada sesi hari ini adalah Maria Silangen dengan tema “Main Aman Saat Belanja Daring”. “Belanja daring, mengecek surel, dan sosial media adalah ragam aktivitas yang rentan kejahatan daring,” ujar Maria. Kejahatan daring tersebut dapat berupa scam, social engineering, pengelabuan (phishing), account takeover, dan lain sebagainya. Tips untuk menghindari kejahatan daring, di antaranya memperkuat kata sandi, hindari WiFi publik saat bertransaksi, dan menjaga kerahasiaan data.

Selanjutnya, Richard Lioe selaku moderator memandu sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh peserta. Para peserta dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Sepuluh penanya beruntung berhak mendapatkan hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 dari panitia.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu peserta bertanya mengenai hal apa saja yang dialami oleh pekerja daring. Menurut Mentari, selain mengalami kerugian, para pekerja daring juga mengalami burnout karena bosan menghadapi serta berinteraksi hanya dengan layar secara terus menerus.

DPRD Makassar

  • Bagikan

Makassar Recover

Makassar Recover