Bukan hanya keyakinan bahwa Allah itu Ada tapi juga Allah Maha Melihat, Menyaksikan apa diperbuat oleh manusia. Lalu semua amal perbuatan yang dilakukan di dunia kelak akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Ini akan membuatnya berhati hati menjalani kehidupan ini dan berusaha untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.

Dasar kedua yaitu ilmu. Sudah menjadi logika universal bahwa manusia menyenangi kebenaran, kebaikan dan keindahan. Seseorang yang memiliki akhlak mulia seperti jujur, menghargai orang lain, santun, penyantun, mampu menahan amarah dan pemaaf akan banyak disenangi oleh orang lain. Itu semua merupakan ciri orang bertakwa yang merupakan tujuan puasa.

Semoga ibadah puasa yang kita lakukan selama sebulan terhindar dari tipe puasa ular yang hanya mendapatkan baju baru tanpa ada karakter baru. Mari berusaha meraih puasa tipe ulat yang menghasilkan perubahan akhlak baru yang lebih baik, bermanfaat dan memberi rahmat bagi seluruh alam.

Mari bertekad selepas Ramadhan tetap melanjutkan amal kebajikan. Gaskan kebaikan melalui ibadah puasa sunnah, shalat wajib berjamaah, rawatib, dhuha dan tahajjud, juga tilawah Al Qur’an, dzikir dan doa. Rajin belajar ilmu agama agar iman tetap bersemi di hati. Tetap berinfak harta, waktu, tenaga dan pikiran untuk kemaslahatan sesama.

Juga berhenti berbuat maksiat karena dorongan hawa nafsu syahwat, serakah, sombong dan amarah. Semoga taqwa berdampak sepanjang masa. Melaksanakan perintah dan menjauhi larangan – Nya. Semoga Allah menerima seluruh amal kita selama Ramadhan. Taqabbalallahu minna wa minkum, Aamiin. (*)

YouTube player