Menurutnya, generasi muda pertanian harus mampu membaca tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga dinamika perdagangan internasional, yang seluruhnya membutuhkan respons kebijakan yang adaptif dan berpihak pada kepentingan nasional.

Kuliah umum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus edukasi strategis bagi mahasiswa Universitas Hasanuddin agar memiliki perspektif komprehensif tentang pembangunan pertanian. Selain memahami teknologi dan inovasi, mahasiswa diharapkan mampu melihat kebijakan sebagai elemen kunci dalam menciptakan sistem pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Sejumlah mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih jauh pandangan Menteri Pertanian terkait tantangan sektor pertanian, dukungan pemerintah terhadap petani muda, serta arah kebijakan pertanian Indonesia ke depan. (*)