JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Rusia akan panggil kepala media Amerika Serikat (AS) agar menghadiri pertemuan pada 6 Juni besok di Moskow untuk bahas media Rusia yang terbatas di AS.

 

Baca Juga : Bertajuk “TOGETHER WE GROW” STBS Swadiri Sukses Gelar Pameran Pendidikan Internasional

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan, akan mengambil tindakan yang keras dalam bagaimana menghadapi AS terkait akses media Rusia.

“Jika pekerjaan media Rusia, operator dan jurnalis, tidak dinormalisasi di AS, maka tindakan paling keras pasti akan menyusul,” kata Zakharova dilansir dari CNN Indonesia.

Lanjutnya, seluruh media Amerika akan diundang untuk hadir di pusat pers Kemenlu Rusia untuk mendengarkan konsekuensi konflik pemerintah.

“Semua media Amerika akan diundang ke pusat pers Kementerian Luar Negeri Rusia untuk menjelaskan kepada mereka konsekuensi dari garis permusuhan pemerintah mereka di bidang media,” imbuhnya.

Lebih Lanjut, Kremlin terlibat dalam penyerangan penuh mengenai kebebasan media, akses informasi hingga kebenaran.

“Kremlin terlibat dalam serangan penuh terhadap kebebasan media, akses ke informasi, dan kebenaran,” jelasnya.

Rusia baru-baru ini menuduh negara-negara Barat memberlakukan pembatasan yang tidak adil pada media Rusia di luar negeri. Salah satunya larangan beberapa outlet berita yang dikelola dan didukung pemerintah Rusia.

Adapun sebelumnya anggota parlemen meloloskan RUU bulan lalu yang kemudian memberi jaksa kekuatan untuk menutup biro media asing di Moskow jika negara Barat ‘tidak bersahabat’ dengan media Rusia.

Di sisi lain, pemerintah Washington telah memberlakukan sanksi terhadap beberapa stasiun TV Rusia yang dikelola pemerintah. AS menyebut, media-media Rusia itu telah menyebarkan disinformasi untuk mendukung perang Rusia di Ukraina.

Semenjak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari lalu, Rusia telah menindak liputan media tentang konflik tersebut. Mereka memberlakukan hukuman penjara 15 tahun bagi jurnalis yang menyebarkan berita ‘palsu’ dengan sengaja.