“Dengan penampilan dan identitas seolah sebagai jaksa, ia berhasil mengelabui korban dan menjanjikan akan menikahi korban, bahkan telah berfoto pre-wedding dengan seragam kejaksaan,” ungkapnya.

Kecurigaan korban muncul setelah beberapa bulan, hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Dari laporan itu, identitas asli pelaku terungkap dan dipastikan bukan bagian dari institusi kejaksaan.

Kejati Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai aparat penegak hukum serta tidak mudah percaya tanpa melakukan verifikasi resmi.

Kasus ini kini tengah ditangani aparat kepolisian untuk pengembangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya korban lain dari aksi pelaku. (*)