Kota Bola Tanpa Stadion Bagaikan Kota Tanpa Reputasi

MAKASSAR – Eropa telah memulai sepak bola. Dari yang tak dihadiri penonton hingga akhirnya suporter mulai menjubel duduk di kursi tribun, sambil berteriak yel yel dukungan pada kesebelasan kesayangannya. Inilah salah satu hiburan bagi warga Eropa, di tengah pandemi Covid-19.

Setelah mereka mencoba tanpa penonton lalu gelaran Piala Eropa maka tiba jualan keputusan mereka bahwa tak ada pilihan lain, kota kota di Eropa bersama klubnya membuka kembali stadionj bagi sepak bola dan masyataknya. Sebab mereka sadar, sepak bola adalah prestesius bagi suatu kota.

Kini kompetisi di Eropa telah masuk pada fase laga persahabatan atau Friendly Game  untuk menuju kompetisi resmi. Liga seria A, Premier League, Liga1 dan La Liga serta liga Eropa lainnya telah bersiap turun lapangan. Standar atau SOP seiring dengan Pandemi Covid-19 telah mereka punyai. Segalanya telah siap untuk meraih kembali kehidupan dan berdampingan dengan Covid-19. Dan itu lah cara mereka agar klub dan kota mereka tak lekang oleh Covid-19, mereka harus bangkit kembali sehingga jutaan pasang mata di dunia kembali menyaksikan kota kota mereka melalui layar kaca, hape dan membaca nya melalui media massa.

Kita ke lapangan hijau Indonesia.
Sebenarnya pengalaman menghadirkan Piala Presiden Maret 2021 lalu seharusnya telah menjadi barometer bagi Indonesia dalam hal ini PSSI dan Menpora untuk memberikan tontonan bagi suporter Indonesia menyaksikannya club kesayangan mereka berjibaku di lapangan hijau. Perhelatan Piala Presiden merupakan pengalaman yang sukses dimiliki oleh regulator yang tak perlu lagi menunda nuda perhelatan sepak bola. Berlaga tanpa penonton, pCR berlapis dari para pemain, official serta panitia pelaksana merupakan SOP yang Sanjay ketat sehingga laga di mana pun berlangsung negara tak perlu khawatir akan menjadi klaster. Tak perlu mencari zona hijau atau zona aman, jika SOP super ketat itu dijalankan maka saya yakin liga 1 dan Liga 2 akan sukses.
Tetapi, toh kini perhelatan itu tak lama lagi, sisa hitungan hari 28 Agustus 2021. Semoga ini bukan prank lagi bagi suporter Indonesia.

Rakyat News
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS